MANFAAT TRAVELING UNTUK SI SUPER SIBUK
07 August 2017

Traveling menjadi kegiatan yang diidamkan. Melakukan perjalanan dan bersenang-senang. Kegiatan ini merupakan aktivitas yang dinilai mampu memberikan efek relaksasi yang menyegarkan. Tak heran jika banyak orang selalu meluangkan waktunya untuk melakukan trevelling dari rutinitas yang padat. 

Tahukan Anda? Bahwa traveling selain menjadi hal yang menyenangkan juga memberikan efek positif dalam skala luas. Seperti dalam jurnal yang ditulis oleh Presiden dan CEO dari Asosiasi Travel Amerika Serikat, Rodger Dow, yang berjudul “Travel Effect: A Call to Lead, a Means to Do So”, terdapat 6 hal mengenai keharusan dan manfaat dari travelling.

1. Meredakan Stress

Saat traveling tidak menutup kemungkinan untuk menjumpai suasana baru, udara yang segar, pepohonan yang rindang, gemericik air, ombak pantai, sunset/sunrise. Semua yang kita temui ketika traveling bisa memberi kepuasan dan ketenangan tersendiri. Adanya udara segar yang didapatkan ketika travelling berfungsi untuk menyuplai oksigen baru dalam diri kita serta pemandangan yang indah juga menjadi  moodbooster yang dapat membangkitkan gairah hidup. 

Selain dari jurnal tersebut, berdasarkan penelitian selama 30 tahunvterakhir menunjukkan hasil yang konsisten bahwa individu akan merasa dirinya lebih baik dan lebih bisa mengatasi stres setelah melakukan traveling.


2. Menurunkan Resiko Terserang Penyakit

Dow menyampaikan dalam jurnalnya bahwa traveling mampu merngurangi risiko serangan penyakit seperti jantung dan stroke. Berdasarkan penelitian dari 12.000 pria yang mempunyai risiko tinggi terhadap penyakit jantung, ditemukan bahwa orang yang melakukan lebih banyak trevaling mempunyai risiko rendah terhadap penyakit jantung dan stroke, bahkan mengurangi risiko jantung koroner.


3. Membangun Hubungan Pertemanan

Traveling tidak hanya memiliki manfaat untuk kesehatan, melainkan travelling juga berguna meningkatkan hubungan sosial antar sesama, teman, rekan kerja, dan  keluarga. Seperti dalam jurnal Dow mengungkapkan, dengan traveling bersama keluarga dapat meningkatkan hubungan kekeluargaan, mengakrabkan persaudaraan, dan meningkatkan kekomapakan. 


4. Pembelajaran Pribadi

Menurut jurnal Dow, traveling mempunyai peranan dalam proses pendewasaan individu. Dalam proses perjalanan yang cukup panjang terkadang kita dituntut untuk mengambil keputusan secara tepat dan cepat. Hal tersebut yang menjadikan traveling sebagai sarana edukasi untuk pengembangan diri karena suatu pembelajaran yang berharga adalah pengalaman diri sendiri.

Selain itu, Dow menjelaskan bahwa dengan melakukan perjalanan atau traveling dan keluar dari rutinitas sehari-hari, tidak peduli bagaimana perjalanan kita, traveling mempunyai kekuatan untuk memberi kita pandangan baru yang lebih segar tentang apa yang sudah kita kenali sebelumnyadaripada apapun, yaitu diri kita sendiri. Intinya dari traveling ini kita mampu mengenali siapa diri kita sebenarnya.


5. Menambah Wawasan Baru

Selain dapat digunakan sebagai pembelajaran dengan pola berpikir lebih dewasa, travelling juga menambah wawasan baru. Misalnya saja ketika kita mengunjungi tempat yang baru, pasti ada sesuatu yang bisa kita ketahui seperti kebudayaan, sejarah, suku, dan lainnya. Dari pengalaman itulah, secara tidak langsung bisa mengenali budaya dan kebiasaan yang berkembang di lokasi yang kita kunjung tersebut.


6. Membangun Jiwa Kepemimpinan

Seperti yang disampaikan Dow bahwa travel dan leadership adalah sesuatu yang berkaitan dan saling melengkapi, karena travelling mempunyai peranan yang sangat berdampak sebagai upaya agar diri tetap sehat secara fisik, mental maupun emosional. Ditambahkan pula oleh Dow, ketiga hal tersebut (fisik, mental, emosional) inilah yang bisa membawa diri dan aktif membangun dunia menjadi lebih baik.


Semangat Menjelajah Dunia dan Salam Petualang!

Latest News