MENGENAL GENERASI MILENIAL
04 December 2017

Generasi Millennial adalah terminologi generasi yang saat ini banyak diperbincangkan oleh banyak kalangan di dunia diberbagai bidang. Millennials merupakan kelompok demografis (cohort) setelah generasi X yang dikenal sebagai generasi Millenial atau generasi Y. Peneliti sosial sering mengelompokkan generasi yang lahir antara 1980-2000 sebagai generasi millennial. Jadi bisa dikatakan generasi millennial adalah generasi muda masa kini yang saat ini berusia antara 15–34 tahun.


Di usia-usia ini, seseorang tengah benar-benar produktif. Buat yang masih remaja biasanya lagi benar-benar berusaha mengikuti tren kekinian.
Di Amerika sudah banyak dilakukan studi tentang generasi millenial di dunia. Seperti studi yang dilakukan oleh Pew Research Center yang merilis laporan riset dengan judul Millennials: A Portrait of Generation Next pada tahun 2010. Dan pada tahun 2011 Boston Consulting Group (BCG) bersama University of Berkley juga melakukan studi bertemakan American Millenialls: Deciphering the Enigma Generation. Dari hasil penelitian tersebut, diketahui inilah karakteristik para Generasi Millennial:


1.    Millennial lebih percaya User Generated Content (UGC) daripada informasi searah.


Kini informasi yang bersifat satu arah sudah tidak lagi ngetren di kalangan millenial. Bisa dibilang mereka tidak lagi percaya melainkan mereka lebih mempercayai user generated content (UGC) atau konten dan informasi yang dibuat oleh perorangan.

Mereka lebih menyukai hal-hal yang berkaitan dengan pengalaman pribadi atau hasi review dari sebagian besar orang karena mereka menganggap perusahaan hanya berpikir secara subyektif. Contohnya dalam hal polas konsumsi, banyak dari mererka memutuskan sesuatu setelah melihat testimoni yang dilakukan orang lain di internet. Mereka pun juga tak segan-segan membagikan pengalaman tersebut terhadap suatu merek tertentu.

2.    Millenials Gadget Addict

Gadget menjadi prioritas generasi millenial untuk mendapatkan informasi atau melihat iklan suatu produk. Didukung dengan perkembangan era digital yang semakin maju menjadikan internet memiliki peran besar dalam keberlangsungan hidup mereka. Kini mereka lebih memilih untuk mendapatkan informasi terbaru melalui ponselnya, baik itu melalui sistem pencarian google atau perbincangan forum-forum yang mereka ikuti agar tetap eksis dan up to date.


3.    Millennial wajib punya media sosial.

Komunikasi di antara generasi millennial sangat aktif berkomunikasi. Namun, komunikasi tersebut tidak selalu terjadi melalui tatap muka, tapi justru sebaliknya. Banyak dari kalangan millennial melakukan semua komunikasinya melalui text messaging atau juga chatting di dunia maya, dengan membuat akun yang berisikan profil dirinya, seperti Facebook, Twitter, Instagram hingga Line. Para millenial menggunakan media sosial sebagai tempat untuk aktualisasi diri dan berekspresi karena apa yang ditulis tentang dirinya adalah apa yang akan semua orang baca.

Jadi, bisa dipastikan hampir semua generasi millennial memiliki akun media sosial sebagai tempat berkomunikasi dan berekspresi.


4.    Millennial cenderung bekerja efektif.

Pada tahun 2025 mendatang diperkirakan millenial akan menduduki porsi tenaga kerja di seluruh dunia sebanyak 75 persen. Kini, tak sedikit posisi pemimpin dan manajer yang telah diduduki oleh millenial. Seperti yang diungkap oleh riset Sociolab, kebanyakan dari millenial cenderung meminta gaji tinggi, meminta jam kerja fleksibel, dan meminta promosi dalam waktu setahun. Namun apa yang mereka inginkan sejalan dengan apa yang mereka hasilkan karena kaum millenial ini hidup di era informasi yang menjadikan mereka tumbuh cerdas, tak sedikit perusahaan yang mengalami kenaikan pendapatan karena memperkerjakan millennial.


5.    Millenial berpikir kritis dan inovatif

Seorang millennial tidak mudah puas hanya mengikuti aturan dan norma yang telah ditentukan jika dirasa tidak tepat atau kurang efisien. Hal ini tersalurkan melalui perilakunya yang selalu berusaha mencari solusi efektif dalam memecahkan masalah. Tidak hanya itu, kolaborasi yang positif bersama rekan dan kualitas hasil juga menjadi prioritas seorang millennial dalam melakukan suatu pekerjaan.


6.    Millenial memiliki ambisi yang besar

Banyak kekeliruan persepsi yang menilai kelompok millenial hanya mengutamakan kepentingan sendiri dan apatis terhadap lingkungan. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh University Bentley millennial justru berfokus untuk memberikan kinerja terbaik bagi dirinya sendiri maupun lingkungannya. Mereka sangat terbuka terhadap tantangan baru yang dirasa dapat mendorong pengembangan dirinya. Selain itu, seorang millennial tidak cepat merasa bangga dengan pencapaiannya dan akan terus mencari cara-cara baru untuk mengasah kemampuannya serta memberikan sumbangsih lebih bagi lingkungannya.


7.    Millenial mengejar passion dan berani mengambil risiko

Lain halnya dengan para pendahulunya, yaitu Generation X dan baby boomers yang mengutamakan kompensasi finansial dalam berkarir, millennial lebih menyukai pekerjaan yang sesuai dengan kepribadian serta passion mereka. Karena sifatnya yang eksploratif dan kreatif, seorang millennial merasa lebih menemukan kepuasan pada hal-hal yang memberikan imbalan secara intrinsik. Kebosanan dalam melakukan rutinitas dan kerja kantoran merupakan karakteristik yang umum ditemukan pada diri seorang millennial. Meskipun memahami dengan baik adanya risiko secara finansial dalam mengejar passion, mereka cenderung tidak gentar dengan hal tersebut dan tetap berusaha mewujudkan mimpinya.

Latest News