MENGENAL KPR LEBIH DEKAT
25 October 2017

Properti identik dengan
istilah KPR. Saat berkeinginan membeli diantara banyak produk properti,
sebagian besar orang memilih untuk menggunakan KPR. KPR pada umumnya menjadi
alternatif masyarakat untuk segera mendapatkan hunian. Namun sebelum berproses
lebih jauh, sebaiknya kenali dulu KPR dengan baik dan detail.

KPR  (Kredit Pemilikan Rumah) adalah fasilitas pembiayaan oleh
perbankan hingga 90%. Jika KPR telah disetujui oleh Bank, maka hak milik properti
dipegang oleh Bank sampai debitur melunasi KPR-nya.
Dalam bisnis properti, umunya developer bekerjasama dengan pihak bank dalam hal KPR untuk mempermudah konsumen dalam membeli properti.

Berdasarkan
agunan maka, KPR dibedakan atas :

·     
KPR Pembelian adalah KPR yang menggunakan rumah
yang akan dibeli sebagai agunannya.

·     
KPR Multiguna atau KPR Refinancing adalah KPR yang
menggunakan rumah yang sudah dimiliki sebagai agunannya.

Secara umum dikenal ada 2 jenis KPR :

1.   KPR Konvensional

Terdapat 2 jenis KPR Konvensional,
Bersubsidi dan Non Subsidi. Konvensional Bersubsidi adalah KPR dengan subsidi
keringanan kredit untuk masyarakat menengah ke bawah dan terdapat batasan KPR
yang disesuaikan penghasilan pemohon.

Sementara Konvesional Nonsubsidi adalah KPR untuk
seluruh masyarakat Indonesia
dengan
persyaratan dan
ketentuan
KPR
yang ditetapkan oleh
Bank, termasuk besarnya jumlah kredit dan suku bunga pinjaman.

2.   KPR Syariah

KPR yang
menggunakan prinsip akad Murabahah (jual-beli) dengan jenis properti yang bisa
diajukan, diantaranya rumah, ruko, rukan, rusun, atau apartemen.


PEMILIHAN SUKU BUNGA  BANK

Sebelum terpikat
promo KPR, pastikan Anda mengetahui suku bunga dan hitungan yang ditawarkan
oleh bank. Dalam dunia KPR terdapat 2 suku bunga yang dapat Anda ambil sebagai
proses KPR Anda.

Bunga Tetap (Fixed Rate)

Dalam KPR, Fixed Rate merupakan penentuan tingkat
bunga yang besarnya tetap untuk masa waktu tertentu. Contoh, bank menawarkan
program fixed rate 7,5% untuk waktu
dua tahun. artinya, debitur KPR bisa mencicipi bunga
tetap 7,5% selama dua
tahun
pertama saja.

Bunga Mengambang (Floating Rate)

Floating Rate merupakan penentuan tingkat bunga KPR yang mengacu pada bunga pasar sesuai dengan Bank
yang bersangkutan
. Hal ini dilihat
dari tingkat bunga Bank Indonesia, jika kondisi pasar bagus, maka debitur akan
dikenakan bunga KPR rendah. Sedangkan bisa kondisi pasar sebaliknya, maka bunga
KPR bisa naik. Bank sering mengombinasikan fixed
rate
dengan floating rate dalam program promosi mereka. Setiap bank
memiliki ketentuan berbeda dalam mengkaji ulang bunga KPR, seperti
setiap 3 bulan atau 6 bulan.  

Seperti yang
disampaikan Kepala Kantor Cabang Utama BCA HR. Muhammad, Fatmahadi Kumala saat
berbincang dengan tim ERA Galaxy,  naik
turunnya
suatu bunga KPR tetap tergantung dengan tingkat bunga Bank
Indonesia dan dipengaruhi kondisi perekonomian di dalam dan di luar negeri.
Sehingga jika ingin menggunakan KPR untuk membeli properti sebaiknya Anda
bisa  lebih teliti lebih dalam menentukan
bank untuk KPR dan berapa suku bunga yang dikenakan.

 Berikut Tips Persiapan Sebelum
Mengajukan
KPR :

1.      Meminta
bantuan orang bank atau agent property
untuk membuat simulasi jumlah nilai KPR yang akan diambil, untuk mengetahui
kemampuan Anda dalam mencicil angsuran KPR. Umumnya agar bisa disetujui oleh
bank, minimal jumlah cicilan adalah 30% dari total pendapatan. (suami dan
istri, apabila telah menikah).

2.      Setelah
mengetahui kemampuan finansial Anda, barulah Anda mulai hunting dan memilih properti yang ingin dibeli, bisa berupa apartemen,
ruko, rumah, baik dengan bantuan agent
property
atau sendiri.

Berikut Tips Ketika Mengajukan
KPR :

1.      Mulai mengumpulkan
data bank penyedia layanan KPR untuk menyeleksi besar bunga, administrasi,
fasilitas, serta ketika akan dilunasi sewaktu-waktu dengan nilai yang
kompetitif.

2.      Apabila telah
membayar booking fee ke penjual, Anda
bisa mengajukan kredit dengan melengkapi dokumen-dokumen yang dibutuhkan.
Jangan lupa untuk mengatur jangka waktu pelunasan tidak terlalu mepet, karena
pembelian properti dengan proses KPR membutuhkan waktu lebih lama daripada peluansan
secara tunai/cash.

3.      Setelah
pengajuan KPR Anda diterima bank, maka bank akan melakukan analisa seperti
melakukan survey appraisal nilai properti yang diajukan, kemampuan debitur, dan
lainnya.





























































4.     
Setelah pengajuan KPR Anda disetujui, Anda sudah bisa
melakukan pelunasan di Notaris dengan jangka waktu yang disepakati oleh Bank
dan Anda.









 

Latest News